TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk meningkat kesejahteraan petani, Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi membuat terobosan berupa produksi beras lokal dengan merek Organik Babinsa.
Beras yang diproduksi oleh petani di Desa Nglegi ini dikemas dalam kemasan 10 kilogram dan sudah mulai dipasarkan secara lokal.
Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi mengungkapkan terobosan yang dilaksanakan ini ini merupakan bagian dari program one village one product.
Dengan terobosan ini, dirinya yakin nilai jual produk beras lokal akan meningkat sehingga secara otomatis bisa mengangkat kesejahteraan para petani yang ada di Desa Nglegi.
“ Kita sudah mulai dari Dusun Glagah, produksi beras petani sudah mulai kita kemas ukuran 10 kilogram. Dan respon pasar cukup bagus, saat dijual dalam pameran, langsung habis,”katanya, Minggu ( 6/3/2016).
Beras Organik Babinsa yang diproduksi oleh petani dari Desa Nglegi ini menurut Haryo memiliki kelebihan dibandingkan dengan beras dari wilayah lain. Selain lebih pulen, beras ini juga dikembangkan dengan pupuk kimia yang sangat rendah. Sebagian besar memanfaatkan pupuk organik dengan bimbingan dari penyuluh dan Babinsa TNI.
Saat ini, beras Organik Babinsa mulai diproduksi secara kelompok yang ada di Desa Nglegi. Namun kedepan, pemerintah kecamatan menurut Haryo akan memfasilitasi para petani dengan menyediakan rumah pengemasan tersendiri. Saat ini seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk mengemas beras sudah ada dan siap untuk digunakan.
“ Karena program kita one village one product, maka untuk Desa Nglegi ini kita rencanakan sebagai sentra beras. Lahan pertaniannya cukup luas,”jelasnya.
Sementara untuk pemasaran, Haryo mengungkapkan pihaknya sudah mulai melakukan promosi melalui kegiatan-kegiatan pameran yang diselenggarakan pemerintah. Tanggapan dari masyarakat pun cukup bagus karena seluruh produksi beras Organik Babinsa habis terjual seluruhnya.
